Minggu, 26 April 2009

Holding Hands

seperti biasa hari ini gw pergi ke gereja, yang niatnya gereja pagi2 jam setengah 7, gw jadi gereja jam 9 hari ini, karena gw kesiangan bangunin temen gw, dan ternyata ada fogging demam berdarah dadakan di komplek gw. hehehe. Ternyata jam 9 itu ada baptisan kudus anak. ya walau prosesinya ga ada yg spesial tetapi ada yg menyentuh banget pas baptisan tadi. ada orang tua anak yang dibaptis dua-duanya tidak bisa melihat alias tuna netra, mereka membaptis anak mereka.
yang bikin gw terharu adalah mereka terlihat saling mencintai satu sama lain, walau ketika mereka maju ke mimbar untuk nerima sakramen baptisan kudus mereka harus dituntun oleh keluarga mereka, tetapi senyum bahagia tulus ga pernah lepas dari bibir mereka, dan mereka berdua bergandengan tangan dengan bahagianya...dan terlihat banget mereka saling mencintai.

hmm, itu bener2 bikin gw tersentuh...entah kenapa gw bisa ngerasain cinta tulus yang mereka punya. itu bener2 terpancar dan keliatan. sesaat gw jadi iri sama cinta tulus yang mereka punya, iri ingin merasakan cinta tulus seperti itu. unconditional love.

percaya klo satu sama lain saling menerima secara utuh, nyaman bersama, percaya kalo rasa yang mereka punya adalah kado istimewa yang diberikan DIA. whuiiii indah banget ga sih....dan dengan begitu menyentuh hati banyak orang melalui rasa kasih yang mereka punya, dan gw sekarang menjadi salah satu orang yang tersentuh sama rasa kasih itu. rasanya semua puisi cinta karangan kahlil gibran terasa biasa aja, klo ngeliat yang namanya cinta tulus secara langsung. hmm...indah banget rasanya....gw berdoa semoga someday gw bisa menyentuh hati orang lain dengan cinta tulus yang gw punya...

Dear God,
I put all my hope in You,
I know for sure that You'll never let me down,
O God, I'm asking You
please open my heart again,
and put a sincere love in my heart
Amen.







Sabtu, 25 April 2009

A letter for PAPA

"Hal-hal yang paling indah di dunia ini tidak dapat kita lihat atau sentuh, tapi hanya dapat kita rasa oleh hati..."(helen keller)whuaa...kalimat indah yg gw denger hari ini, diucapkan oleh seorang anak yang mengutip kata2 ini dalam surat cintanya untuk sang ayah yang (mungkin) telah tiada...terharu??PASTI!!apalagi abis kalimat itu selesai diucapin terdengar lagu ADA band yg ditujukan bagi semua ayah yg mendengar...menurut gw itulah hal terindah yang dirasakan sang anak akan sosok ayahnya yg senantiasa menerapkan nilai-nilai moral yang membekali dia untuk menghadapi dunia ketika dia dewasa. mungkin bagi kebanyakan orang lain melihat, sang ayah tidak meninggalkan apa-apa bagi anak tersebut, karena orang-orang tersebut hanya melihat bentuk fisik dari sebuah peninggalan. Tapi bagi sang anak, ayahnya telah meninggalkan hal yang paling berharga dan paling indah, yaitu kenangan dan bekal hidup, yang hanya dapat dirasa oleh hatinya yg selalu merindukan sang ayah...tiba-tiba gw jadi teringat sama bokap gw sendiri, bokap gw adalah seorang bapak pada umumnya, dia tidak kaya, dia tidak bertubuh kekar, dan mungkin orang-orang juga berpendapat bahwa apa yang bisa bokap gw wariskan nantinya buat gw dan kakak2 gw. tapi menurut gw bokap gw adalah seorang bapak yang hebat, dia bisa merawat gw dan kakak2 gw sampe kita semua dewasa, seperti sekarang ini...mungkin klo dilihat secara materi bokap gw bukanlah seorang yang berlebih yang bisa menyekolahkan anaknya kemana saja, tapi bokap gw seorang pejuang yang berjuang keras agar semua anak2nya bisa menjadi pribadi yang sukses, dan gw sangat bangga sama bokap gw.menurut gw bokap gw mewariskan pelajaran hidup buat gw, klo hidup itu harus berjuang dan jangan pernah nyerah sama keadaan. itu yg menjadi pegangan gw dalam hidup. dalam hal pasangan hidup bokap gw juga ngajarin klo apapun kekurangan yang dimiliki oleh pasangan hidup lo, lo harus tetep sayang sama dia, dan percayalah sama hati lo sendiri karena perasaan tuh datengnya dari hati bukan dari otak, dan perasaan itu Tuhan taro di hati kita. Dia ngajarin itu semua bukan dengan ceramah panjang lebar, tapi dari sikap dan semua tingkah laku bokap selama ini. bokap bukan tipe orang yang bakal cerita klo dia punya banyak masalah dan beban, tapi entah knapa gw selalu punya feeling klo dia lagi butuh seseorang, yah klo boleh dibilang karena diantara semua kakak2 gw, gw punya sifat yang paling mirip sama dia.pah...mungkin selama ini kathy udah sering nyusahin n bikin papa pusing dengan segala kebandelan kathy...tapi deep down inside kathy sayang banget sama papa, kathy akan terus berusaha untuk bikin papa bangga dan terus hidup bahagia di masa tua papa...suatu saat nanti klo kathy udah punya anak kathy pengen sukses mendidik mereka kaya papa ngedidik kita semua...inilah hal yang paling indah dalam hidup gw, dilahirkan dalam keluarga yang sayang sama gw...papa, mama, nie, cungki, atit..kalian semua adalah my BEAUTIFUL THING

Kamis, 23 April 2009

Jakarta-Subang-Jakarta (3 Sesi 3 Jam)

Hari ini gw dapet tugas untuk menghadiri kegiatan kantor yang ada di Subang. Lebih tepatnya kegiatan Khitanan Massal...ya so today is my first time for everything...pertama kali gw pergi ke Subang dan pertama kali gw ngeliat yg namanya orang disunat...whuehehehhehe...


Sesi Pertama (3 jam pertama)

pagi-pagi gw udah nangkring di pinggir tol karena janjian ketemu disana sama bos gw untuk pergi ke Subang, dan sekitar jam 6 kurang gw bertolak menuju ke Subang. Perjalanan gw tempuh dengan melewati tol JORR. Hal yang menarik adalah sepanjang perjalanan dari Bekasi sampi purwakarta gw melewati begitu banyak kawasan industri dan kayaknya sepanjang tol sampai sadang setiap keluar pintu tol ada dua cabang yaitu untuk ke kawasan perumahan dan kawasan Industri, dan dari pinggir tol gw bisa melihat banyak sekali pabrik-pabrik.




Begitu keluar tol sadang gw juga melewati sentra pabrik tekstil, dimana sepanjang jalan biarpun sudah bercampur dengan rumah-rumah penduduk di sekitarnya, terselip pabrik-pabrik tekstil besar. Bahkan ada satu pabrik besar yang sampai menimbulkan kemacetan karena ketika pabrik itu memulai jam kerja ada pasar kaget di halamannya (hmm...mungkin hari ini adalah hari gajian kali ya, hehehehe)
begitu mau memasuki kota subang gw melewati hutan karet milik PTPN, karena hari masih pagi (sekitar pukul 08.00) maka matahari pagi keliatan bagus banget menembus sela-sela kebun karet yang rapat. whuaaaaa senangnya melihat hijau2 di pagi hari.





walau mata sepet karena kurang tidur semalam, tapi sedikit seger ngeliat pemandangan hijau hutan karet, dan begitu mendekati kota subang banyaaak sawah-sawah berlatar belakang gunung (bener2 gambar nyata dari gambar waktu gw SD ketika pelajaran keterampilan pasti gw akan mengeluarkan kemampuan standar gw menggambar gunung dan sawah,hahaha ternyata skarang gw ngeliat lukisan yang dilukis oleh Sang Pencipta, whuaaaaaaaaaaaa)

Sesi 2 (3 Jam kedua)

Gw sampai di balai desa gunung sembung, di pinggir jalan raya subang-pagaden, dan sudah banyak warga sekitar beserta anak mereka yang siap disunat. ada anak yang masih setengah ngantuk ada yg sudah merengek minta dibelikan jajanan, ada yang senang karena mendapat baju koko baru. hehehehe. senang sekali ngeliat reaksi polos anak-anak, dan gw menikmati menjadi "silent observer".

tapi tiba-tiba gw pengen pipis, dan akhirnya gw bertanya sama aparat desa dimana kah toiletnya, dan gw ditunjukkan sebuah toilet "tradisional" di atas kolam lele...huahahahhahaha...ya berhubung sudah ga tahan untuk pipis, ya jadilah gw menjajal toilet tradisional tersebut, tapi toilet ini udah ada kran air mengalirnya lho..dan airnya bersih deh...hehehe...ya so this is my first time untuk pipis diatas kolam lele, hahahhaa...

dan jam 9 pun tiba, akhirnya acara khitanan massal pun dimulai, dan sang tukang khitan pun dengan gesitnya menjalani proses khitan dan mulai terdengar jeritan dan tangisan anak-anak yang panik, karena menyadari arti khitan secara jelas sekarang. hehehe. Dan para orang tua pun mulai sibuk mengalihkan perhatian.

Sesi 3 (3 jam terakhir)

setelah makan siang kita pun memutuskan untuk pulang mengingat perjalanan panjang yang akan kita tempuh, hehehehe. Dengan melewati rute yang sama, gw skarang melihat sisi lain dari hutan karet tersebut, ketika sore dan hari sudah agak mendung, hutan karet ini mulai jadi misterius, gw tiba2 membayangkan scene film thriller, hehehhee. seseorang diculik dan disiksa di tengah-tengah hutan karet itu, dan pasti ga ada yg tau, karena itu bener-bener jauh dr mana-mana. hehehe. mungkin nanti gw jadi sutradara film thriller gw akan menjadikan hutan karet itu lokasi syuting, hehehehe.

ketika akan mencari cari oleh-oleh sepanjang jalan hanya ada nanas, yah apa daya gw kan anti nanas so ga jadi deh beli oleh-oleh. walau singkat tapi seru juga ke subang. ternyata yang tadinya gw kira dingin ternyata subang ketika musim panas menjadi sangat lembab udaranya. Rasanya pengap sekali, keringetan terus disana. hehehe. tp cukup seru lah hari ini, dan capek yang jelas. heuhuehuehue..

see you on my next trip (it'll be more fun i promise ;))

Jumat, 20 Maret 2009

I’ve got 1 special text message

intro lagu "Is it you" by cassie berbunyi dari hp gw...yep tanda satu SMS masuk, begitu gw buka isinya adalah kutipan berikut:

"How will I know who my soulmate is? By taking risk. Risking failure, disappointment, disillusion, but never ceasing in your search for Love. As long as you keep looking, you will triumph in the end" (Paulo Coelho, "Brida")

what a wonderful quote...thanx ya booor...(the secretary who sent me that text)

yup, quote itu bener...kita ga akan pernah tau siapa soulmate kita kalo kita berhenti untuk mencarinya. Rasa sakit hati karena dikhianatin, or pernah dimanfaatin, kekecewaan karena dibohongin, rasa nyaman yang semu karena mencintai seseorang yang tidak bisa dan ga akan pernah bisa mendampingi kita, itu semua adalah perjalanan yang harus kita alamin. pernah ngalamin itu semua?? tentunya....sedang mengalami bahkan...

pernah ingin menyerah karena semua itu?? SERING!!! trus apa yang membuat gw percaya kalo there'll be someone for me out there?? HIS promise to me...DIA yang ga pernah ngecewain gw, DIA yang selalu setia sama gw.

Kekecewaan yang pernah gw alamin emang pait klo mo terus gw rasa2in. Itu bisa jadi membuat tawar hati gw. Gw pernah ada dalam fase gw udah mati rasa, selama gw nyaman gw jalanin, gw udah ga pake hati lagi, gw udah ga tau lagi rasanya sayang sama orang. Itu semua karena gw terlalu ngejaga hati gw. Saking ngejaganya sampai2 gw ga berani untuk ngegunain hati gw, dan akhirnya hati gw lumpuh. Kelumpuhan hati itu gw alamin dan lalui dengan terbuai pada rasa sayang dan nyaman yang semu. pathetic isn't it??

sekarang gw mo belajar ngegunain hati gw...gw janji gw ga akan ngebiarin hati gw mati. Sakit hati, kecewa, tertipu, itu semua mau gw rasain demi triumph yang gw dapat di akhirnya. Gw yakin DIA yang berjanji sama gw ga menjanjikan cara yang mudah, tetapi DIA menjanjikan cara yang indah dalam menemukan. Sakit hati, dikecewakan, dikhianatin itu adalah bagian dari keindahan yang dijanjikan untuk gw. Satu hal yang pasti yang sejati dari DIA akan hadir bila kita terus berusaha, dan tidak terbuai lagi dengan hal yang semu

Aku akan menuliskannya di pasir…

Yep gw akan menuliskannya di pasir… walau dia udah pernah kasih goresan lagi di hati gw, tapi gw akan menuliskannya di pasir…

Apa yang udah gw alamin karena perbuatan dia emang sakit banget, seperti ditampar oleh sahabat sendiri. Orang yang kita sayang malah ga bisa menghargai kita, malah melecehkan kita. Tapi gw mau gw move on, gw ga mau gw stuck lagi sama rasa sakit hati gw. Makanya gw memilih untuk menuliskan semua itu di pasir, karena gw ga mau menyimpan kesalahan itu dalam hati gw. Gw mau menghilangkan itu, biarlah itu bagian dari pembelajaran hidup, karena bertemu dengan mereka yang menyakiti gw bukan sebuah kesalahan.

Menuliskannya di pasir membuat gw akan lebih kaya lagi, karena dengan begitu gw membiarkan hati gw untuk merasa sakit dan disembuhkan seperti hamparan pasir yang membiarkan apa yang menggores permukaannya terhapus oleh angin. Walau mereka pernah menyakiti gw bukan berarti mereka ga pernah memberikan gw kebaikan. Kebaikan-kebaikan mereka yang justru telah membuat gw sayang sama mereka. Gw ga akan ngelupain kebaikan mereka, gw akan mengingatnya karena kebaikan mereka membuat gw menjadi manusia yang lebih baik juga pastinya.

For those who ever hurt me or who ever taking me for granted…thanks udah pernah hadir dalam hidup gw. Gw ga pernah menyesali pertemuan kita, gw bersyukur kita pernah bertemu. Pertemuan kita mengajarkan gw bagaimana memaafkan dan mengenang kebaikan, dan banyak lainnya. Gw akan menuliskan rasa sakit hati gw di pasir biar angin yang menghapus dan membawa goresan di atas pasir itu terbang melayang…dan gw siap untuk memulai hari yang baru bersama denyutan hati yang ga pernah sama lagi, karena hati yg sekarang adalah hati yang sudah belajar dari goresan yang baru. Hati yang sekarang adalah hati yang mau terus berdenyut meski telah compang camping dan berani untuk membuka diri untuk merasakan.

Going…going away…with the wind…